Ada Yang Ngaku Nabi Ke-26 Tahan Emosi, Lagi Puasa

Joseph Paul Zhang mendadak viral. Di tengah Ramadan, YouTuber ini mengaku sebagai nabi ke-26 dan menista Islam. Polisi bergerak cepat memburu Paul. Tapi, si Paul belum bisa diringkus karena sedang berada di luar negeri. Karena Polisi sudah turun tangan, umat Islam jangan terpancing emosi. Apalagi sekarang sedang puasa.

Aksi Paul yang menghebohkan ini berawal dari sebuah forum diskusi via Zoom yang kemudian ditayangkan di akun YouTube pribadinya, Jumat pekan lalu. Forum diskusi itu bertajuk “Puasa Lalim Islam”. Pesertanya bukan cuma orang Indonesia, tapi pengguna yang tinggal di negara lain.  

Di dalam forum ini, Paul antara lain mencela bagaimana orang Islam berpuasa. Ia juga mencela Nabi Muhammad. Omongannya sungguh di luar batas. Tak pantas untuk ditulis di sini. “Orang Islam yang puasa, rakyat yang rugi,” begitu antara lain omongannya. 

Ia kemudian mengaku sebagai nabi ke-26 dan menantang warga untuk melaporkannya ke polisi. Paul menantang minimal ada 5 laporan polisi di Polres berbeda. Kepada para pelapor, ia menjanjikan akan memberikan hadiah masing-masing Rp 1 juta

Video tersebut dengan cepat menjadi viral. Sampai tadi malam, video tersebut sudah ditonton lebih dari 100 ribu kali dan dikomentari lebih dari 400 kali. Sebanyak 8,5 ribu pengguna memberikan tanda jempol terbalik atau tak suka, sementara 1.500 lainnya memberikan tanda suka. 

Tantangan Paul langsung ditanggapi serius. Husin Shahab sudah melaporkan Paul ke Bareskrim pada Jumat lalu. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo cepat merespons laporan tersebut. Dia sudah memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki kasus ini. Dari hasil koordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno-Hatta, diketahui Paul sudah meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong sejak 11 Januari 2018. 

Meski begitu, Bareskrim tak tinggal diam. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, keberadaan Paul di luar negeri tidak menghalangi pihaknya untuk mengusut kasus ini. Pihaknya bekerja sama dengan Interpol dan membuat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Paul. 

Agus menjelaskan, penyidik Bareskrim bisa menindak dengan membuat laporan temuan terkait dengan konten intoleran tersebut. “Kalau yang seperti itu kan bisa dibuat laporan temuan penyidik atas konten intoleran, menimbulkan konflik sosial dan keresahan masyarakat, merusak persatuan dan kesatuan, sesuai dengan SE Kapolri kan ditindak tegas,” kata Agus, kemarin.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas percaya dengan langkah yang dilakukan polisi. Dia pun meminta umat Islam tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada Polri. 

 

“Kita patut memberikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolri yang langsung memberikan instruksi kepada bawahannya untuk menangkap pelaku. Kita tunggu saja,” kata Anwar, kemarin. 

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap, penegak hukum segera menindak Paul. “Aksi ini sudah bentuk intoleransi dan mengarah kepada penistaan,” kata Gus Yaqut. 

Wamenag Zainut Tauhid ikut menyesalkan aksi Paul. Menurutnya, Paul dengan sengaja menebarkan rasa kebencian dan permusuhan kepada umat Islam. Yang diucapkananya sangat melukai perasaan umat Islam dan dapat menimbulkan situasi yang dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama. 

Dia menilai, yang dilakukan Paul telah memenuhi unsur pidana penistaan agama. Untuk itu, dia meminta Polisi segera bertindak cepat menangkap Paul dan memprosesnya secara hukum, agar masalahnya dapat segera ditangani dengan baik dan tidak melebar. 

Tak lupa, polisi PPP ini juga meminta umat Islam bisa menahan diri. “Jangan terpancing dengan melakukan tindakan balasan yang dapat menimbulkan suasana semakin panas dan menjurus pada konflik yang bernuansa SARA,” sarannya.

Ketua MPR Bambang Soesatyo langsung menghubungi berbagai tokoh agama untuk membahas hal ini. Hasilnya, semua sepakat meminta dan mendesak polisi bergerak cepat mengamankan Paul agar segera diproses hukum. 

“Selain memastikan penegakan hukum, juga untuk memastikan kondusivitas masyarakat tetap terjaga dengan baik. Jangan sampai ketenangan masyarakat serta kerukunan antar umat beragama terganggu akibat ulah Joseph,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, kemarin.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti ikut merespons kasus ini. Dia meminta umat Islam tidak resah dengan ulah Paul. Sebab, umat sudah tahu bahwa semua yang dikatakan Paul itu salah. “Kita urus hal-hal yang lebih maslahat untuk kemajuan umat,” sarannya, di akun @Abe_Mukti

Sebagian pegiat dunia maya emosi setelah mendengar omongan Paul. Seperti akun @awenkenez yang tak sabar ingin melihat Paul ditangkap. “Segera penjarakan,” serunya. “Sikat habislah yang model gini,” timpal @ephoy07. 

Namun, banyak juga yang tetap tenang. Akun @dr_koko28 menilai, yang dilakukan Paul memang cuma cari sensasi. Karena itu, tak perlu ditanggepi serius. “Ada orang ngaku nabi ke-26? Hahah. Ketawain aja. Sudah dari dulu ada yang ngaku-ngaku kayak gitu. Maaf maaf ye… nabi palsu mah gak laku. IQ lu jauh,” kicaunya. “Orang gila dibawa ke rumah sakit jiwa aja,” timpal @mr12n. [BCG]

]]> Joseph Paul Zhang mendadak viral. Di tengah Ramadan, YouTuber ini mengaku sebagai nabi ke-26 dan menista Islam. Polisi bergerak cepat memburu Paul. Tapi, si Paul belum bisa diringkus karena sedang berada di luar negeri. Karena Polisi sudah turun tangan, umat Islam jangan terpancing emosi. Apalagi sekarang sedang puasa.

Aksi Paul yang menghebohkan ini berawal dari sebuah forum diskusi via Zoom yang kemudian ditayangkan di akun YouTube pribadinya, Jumat pekan lalu. Forum diskusi itu bertajuk “Puasa Lalim Islam”. Pesertanya bukan cuma orang Indonesia, tapi pengguna yang tinggal di negara lain.  

Di dalam forum ini, Paul antara lain mencela bagaimana orang Islam berpuasa. Ia juga mencela Nabi Muhammad. Omongannya sungguh di luar batas. Tak pantas untuk ditulis di sini. “Orang Islam yang puasa, rakyat yang rugi,” begitu antara lain omongannya. 

Ia kemudian mengaku sebagai nabi ke-26 dan menantang warga untuk melaporkannya ke polisi. Paul menantang minimal ada 5 laporan polisi di Polres berbeda. Kepada para pelapor, ia menjanjikan akan memberikan hadiah masing-masing Rp 1 juta

Video tersebut dengan cepat menjadi viral. Sampai tadi malam, video tersebut sudah ditonton lebih dari 100 ribu kali dan dikomentari lebih dari 400 kali. Sebanyak 8,5 ribu pengguna memberikan tanda jempol terbalik atau tak suka, sementara 1.500 lainnya memberikan tanda suka. 

Tantangan Paul langsung ditanggapi serius. Husin Shahab sudah melaporkan Paul ke Bareskrim pada Jumat lalu. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo cepat merespons laporan tersebut. Dia sudah memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki kasus ini. Dari hasil koordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno-Hatta, diketahui Paul sudah meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong sejak 11 Januari 2018. 

Meski begitu, Bareskrim tak tinggal diam. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, keberadaan Paul di luar negeri tidak menghalangi pihaknya untuk mengusut kasus ini. Pihaknya bekerja sama dengan Interpol dan membuat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Paul. 

Agus menjelaskan, penyidik Bareskrim bisa menindak dengan membuat laporan temuan terkait dengan konten intoleran tersebut. “Kalau yang seperti itu kan bisa dibuat laporan temuan penyidik atas konten intoleran, menimbulkan konflik sosial dan keresahan masyarakat, merusak persatuan dan kesatuan, sesuai dengan SE Kapolri kan ditindak tegas,” kata Agus, kemarin.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas percaya dengan langkah yang dilakukan polisi. Dia pun meminta umat Islam tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada Polri. 

 

“Kita patut memberikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolri yang langsung memberikan instruksi kepada bawahannya untuk menangkap pelaku. Kita tunggu saja,” kata Anwar, kemarin. 

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap, penegak hukum segera menindak Paul. “Aksi ini sudah bentuk intoleransi dan mengarah kepada penistaan,” kata Gus Yaqut. 

Wamenag Zainut Tauhid ikut menyesalkan aksi Paul. Menurutnya, Paul dengan sengaja menebarkan rasa kebencian dan permusuhan kepada umat Islam. Yang diucapkananya sangat melukai perasaan umat Islam dan dapat menimbulkan situasi yang dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama. 

Dia menilai, yang dilakukan Paul telah memenuhi unsur pidana penistaan agama. Untuk itu, dia meminta Polisi segera bertindak cepat menangkap Paul dan memprosesnya secara hukum, agar masalahnya dapat segera ditangani dengan baik dan tidak melebar. 

Tak lupa, polisi PPP ini juga meminta umat Islam bisa menahan diri. “Jangan terpancing dengan melakukan tindakan balasan yang dapat menimbulkan suasana semakin panas dan menjurus pada konflik yang bernuansa SARA,” sarannya.

Ketua MPR Bambang Soesatyo langsung menghubungi berbagai tokoh agama untuk membahas hal ini. Hasilnya, semua sepakat meminta dan mendesak polisi bergerak cepat mengamankan Paul agar segera diproses hukum. 

“Selain memastikan penegakan hukum, juga untuk memastikan kondusivitas masyarakat tetap terjaga dengan baik. Jangan sampai ketenangan masyarakat serta kerukunan antar umat beragama terganggu akibat ulah Joseph,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, kemarin.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti ikut merespons kasus ini. Dia meminta umat Islam tidak resah dengan ulah Paul. Sebab, umat sudah tahu bahwa semua yang dikatakan Paul itu salah. “Kita urus hal-hal yang lebih maslahat untuk kemajuan umat,” sarannya, di akun @Abe_Mukti

Sebagian pegiat dunia maya emosi setelah mendengar omongan Paul. Seperti akun @awenkenez yang tak sabar ingin melihat Paul ditangkap. “Segera penjarakan,” serunya. “Sikat habislah yang model gini,” timpal @ephoy07. 

Namun, banyak juga yang tetap tenang. Akun @dr_koko28 menilai, yang dilakukan Paul memang cuma cari sensasi. Karena itu, tak perlu ditanggepi serius. “Ada orang ngaku nabi ke-26? Hahah. Ketawain aja. Sudah dari dulu ada yang ngaku-ngaku kayak gitu. Maaf maaf ye… nabi palsu mah gak laku. IQ lu jauh,” kicaunya. “Orang gila dibawa ke rumah sakit jiwa aja,” timpal @mr12n. [BCG]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories