Abu Letusan Gunung Raung Bikin Bandara Banyuwangi Tutup

Bandara Internasional Banyuwangi, Jawa Timur, hari ini ditutup sementara. Penutupan itu diakibatkan adanya sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Raung. Hal ini berisiko bagi keselamatan penerbangan.

Manajer Humas AirNav Indonesia Yohannes Harry Douglas Sirait mengatakan, AirNav Indonesia telah menerbitkan dua buah notice to airmen (NOTAM), yaitu B0187/21 NOTAMN dan B0189/21 NOTAMN, untuk menyebarluaskan informasi kepada stakeholders penerbangan mengenai penutupan tersebut.

AirNav Indonesia mencatat, dampak dari ditutupnya Bandara Banyuwangi, sebanyak lima kedatangan dan lima keberangkatan penerbangan dibatalkan. “AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan stakeholders penerbangan terkait dan bersiaga jika operasional bandara kembali siap dibuka,” kata Yohannes dalam siaran pers, Minggu (7/2).

Terpisah, Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) KC Bandara Banyuwangi Cin Asmoro menjelaskan, berdasarkan hasil observasi, abu vulkanik Gunung Raung telah mencapai Bandar Udara Banyuwangi.

“Data dari BMKG menunjukkan kalau arah semburan abunya mengarah ke timur, artinya ke daerah bandara, didukung paper test yang hasilnya positif juga. Jadi kami laporkan ini otoritas bandara wilayah 3 Surabaya, diambil keputusan bandara kami tutup mulai sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi,” ungkapnya.

Menurut Cin, Bandara Banyuwangi sempat beroperasi pada pagi hari, melayani penerbangan pesawat komersial Citilink rute Surabaya-Denpasar dan Jakarta-Banyuwangi. Namun, setelah itu penerbangan terganggu. Citilink rute Jakarta yang dijadwalkan berangkat dari Banyuwangi pukul 08.10 mengalami delay, lantaran menunggu perkembangan kondisi sebaran abu.

“Hari ini sebenarnya ada 10 jadwal penerbangan, tiga beroperasi normal, yang enam memastikan cancel, dan ada tiga pesawat komersial batal beroperasi,” terang Cin. Pembukaan bandara ini masih menunggu perkembangan aktivitas Gunung Raung. [KPJ]

]]> Bandara Internasional Banyuwangi, Jawa Timur, hari ini ditutup sementara. Penutupan itu diakibatkan adanya sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Raung. Hal ini berisiko bagi keselamatan penerbangan.

Manajer Humas AirNav Indonesia Yohannes Harry Douglas Sirait mengatakan, AirNav Indonesia telah menerbitkan dua buah notice to airmen (NOTAM), yaitu B0187/21 NOTAMN dan B0189/21 NOTAMN, untuk menyebarluaskan informasi kepada stakeholders penerbangan mengenai penutupan tersebut.

AirNav Indonesia mencatat, dampak dari ditutupnya Bandara Banyuwangi, sebanyak lima kedatangan dan lima keberangkatan penerbangan dibatalkan. “AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan stakeholders penerbangan terkait dan bersiaga jika operasional bandara kembali siap dibuka,” kata Yohannes dalam siaran pers, Minggu (7/2).

Terpisah, Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) KC Bandara Banyuwangi Cin Asmoro menjelaskan, berdasarkan hasil observasi, abu vulkanik Gunung Raung telah mencapai Bandar Udara Banyuwangi.

“Data dari BMKG menunjukkan kalau arah semburan abunya mengarah ke timur, artinya ke daerah bandara, didukung paper test yang hasilnya positif juga. Jadi kami laporkan ini otoritas bandara wilayah 3 Surabaya, diambil keputusan bandara kami tutup mulai sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi,” ungkapnya.

Menurut Cin, Bandara Banyuwangi sempat beroperasi pada pagi hari, melayani penerbangan pesawat komersial Citilink rute Surabaya-Denpasar dan Jakarta-Banyuwangi. Namun, setelah itu penerbangan terganggu. Citilink rute Jakarta yang dijadwalkan berangkat dari Banyuwangi pukul 08.10 mengalami delay, lantaran menunggu perkembangan kondisi sebaran abu.

“Hari ini sebenarnya ada 10 jadwal penerbangan, tiga beroperasi normal, yang enam memastikan cancel, dan ada tiga pesawat komersial batal beroperasi,” terang Cin. Pembukaan bandara ini masih menunggu perkembangan aktivitas Gunung Raung. [KPJ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories