9.708 Calon Asesor BAN-S/M Ikuti Tes Substansi Secara Daring .

Sebanyak 9.708 peserta calon asesor Badan Akreditasi Nasional-Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) se-Indonesia yang telah dinyatakan lolos secara administrasi mengikuti ujian tes substansi secara daring, Jumat sampai Sabtu (23-24/4). Ketua BAN-S/M Toni Toharudin memastikan, kegiatan ini dilakukan secara ketat untuk menghasilkan asesor berkualitas dalam mendukung reformasi akreditasi untuk pendidikan bermutu.

Tes substansi ini diawasi secara daring pula. Melalui aplikasi khusus, para pengawas memantau para peserta melalui kamera yang wajib diaktifkan selama ujian berlangsung. “Ujian daring ini melibatkan 203 pengawas yang berasal dari unsur para pengurus BAN-S/M Provinsi dan didampingi tim IT BAN-S/M Provinsi masing-masing,” jelas Toni, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (24/4).

Tes daring ini dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi satu diikuti 3.266 peserta yang terdiri atas Gorontalo (77), Kalimantan Tengah (163), Kalimantan Timur (158), Kalimantan Utara (34), Kepulauan Riau (83), Maluku (217), Maluku Utara (117), Nusa Tenggara Barat (470), Nusa Tenggara Timur (424), Papua (117), Papua Barat (66), Sulawesi Barat (105) Sulawesi Selatan (729), Sulawesi Tengah (159), Sulawesi Tenggara (258) Sulawesi Utara (89). Kemudian, sesi dua diikuti 3.191 peserta yang terdiri atas Jawa Barat (1.487) dan Jawa Timur (1.704).

Sementara, sesi tiga diikuti 3.251 peserta yang masing-masing berasal dari Aceh (372), Bali (71), Banten (659), Kalimantan Barat (263), Lampung (398), Riau (379), Sulawesi Utara (3), Sumatera Barat (425), dan Sumatera Utara (681). Setelah ini, nanti 3-6 Mei, ada tes wawancara yang akan dilakukan secara daring pula. “Peserta yang dinyatakan lulus dalam ujian substansi akan diundang untuk tahapan wawancara di masing-masing BAN-S/M Provinsi,” tambah Toni.

BAN-S/M telah menjalani arah baru pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah tahun 2021 dengan melakukan pergeseran paradigma penilaian akreditasi dari penilaian administrasi (compliance) menuju penilaian kinerja (performance) melalui perangkat Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020. Penilaian ini menitikberatkan pada mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, dan manajemen sekolah/madrasah. Perubahan ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang menitikberatkan pada substansi mutu pendidikan, melalui Merdeka Belajar bagi siswa.

Arah baru penilaian akreditasi sekolah/madrasah melalui IASP 2020 ini menuntut BAN-S/M memiliki asesor mumpuni dan terstandar. IASP 2020 mengharuskan seorang asesor sekolah/madrasah memiliki kompetensi dan pengetahuan memadai dalam melakukan penilaian terhadap kinerja sekolah/madrasah yang tidak lagi berbasis pemenuhan dokumen/administrasi. Asesor dituntut untuk mampu menggali data dan informasi secara benar, objektif, dan terukur sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari setiap butir instrumen tersebut, serta memiliki keterampilan menggunakan aplikasi Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah (Sispena-S/M-S/M).

Dalam rangka memenuhi kebutuhan asesor sekolah/madrasah yang akan melakukan visitasi akreditasi sekolah/madrasah pada 2021, BAN-S/M melakukan rekrutmen 1.800 calon asesor untuk 26 provinsi. Rinciannya, Aceh 40 asesor, Bali 20 asesor,  Banten 160 asesor, Gorontalo 20 asesor, Jawa Barat 180 asesor baru, Jawa Timur 80 asesor, Kalimantan Barat 100 asesor, Kalimantan Tengah 60 asesor, Kalimantan Timur 20 asesor, Kalimantan Utara 20 asesor, Kepulauan Riau 20 asesor baru, Lampung 60 asesor baru, Maluku 80 asesor, dan Maluku Utara 20 asesor baru. Lalu, Nusa Tenggara Barat (NTB) 80 asesor, Nusa Tenggara Timur (NTT) 220 asesor, Papua 100 asesor, Papua Barat 20 asesor, Riau 80 asesor, Sulawesi Barat 60 asesor, Sulawesi Selatan 80 asesor, Sulawesi Tengah 40 asesor, Sulawesi Tenggara 100 asesor, Sulawesi Utara 20 asesor, Sumatera Barat 80 asesor, dan Sumatera Utara 40 asesor.

Latar belakang calon asesor yang dipersyaratkan adalah dosen perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS), pengawas sekolah/madrasah, widyaprada, widyaiswara pendidikan, pelatih guru (yang bukan berstatus guru/kepala sekolah/madrasah), pengembang teknologi pembelajaran, dan praktisi pendidikan lainnya. Pendaftaran telah dilaksanakan melalui undangan terbuka pada 1 sampai 14 April dengan jumlah pendaftar sebanyak 20.918 calon asesor. [USU]

]]> .
Sebanyak 9.708 peserta calon asesor Badan Akreditasi Nasional-Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) se-Indonesia yang telah dinyatakan lolos secara administrasi mengikuti ujian tes substansi secara daring, Jumat sampai Sabtu (23-24/4). Ketua BAN-S/M Toni Toharudin memastikan, kegiatan ini dilakukan secara ketat untuk menghasilkan asesor berkualitas dalam mendukung reformasi akreditasi untuk pendidikan bermutu.

Tes substansi ini diawasi secara daring pula. Melalui aplikasi khusus, para pengawas memantau para peserta melalui kamera yang wajib diaktifkan selama ujian berlangsung. “Ujian daring ini melibatkan 203 pengawas yang berasal dari unsur para pengurus BAN-S/M Provinsi dan didampingi tim IT BAN-S/M Provinsi masing-masing,” jelas Toni, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (24/4).

Tes daring ini dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi satu diikuti 3.266 peserta yang terdiri atas Gorontalo (77), Kalimantan Tengah (163), Kalimantan Timur (158), Kalimantan Utara (34), Kepulauan Riau (83), Maluku (217), Maluku Utara (117), Nusa Tenggara Barat (470), Nusa Tenggara Timur (424), Papua (117), Papua Barat (66), Sulawesi Barat (105) Sulawesi Selatan (729), Sulawesi Tengah (159), Sulawesi Tenggara (258) Sulawesi Utara (89). Kemudian, sesi dua diikuti 3.191 peserta yang terdiri atas Jawa Barat (1.487) dan Jawa Timur (1.704).

Sementara, sesi tiga diikuti 3.251 peserta yang masing-masing berasal dari Aceh (372), Bali (71), Banten (659), Kalimantan Barat (263), Lampung (398), Riau (379), Sulawesi Utara (3), Sumatera Barat (425), dan Sumatera Utara (681). Setelah ini, nanti 3-6 Mei, ada tes wawancara yang akan dilakukan secara daring pula. “Peserta yang dinyatakan lulus dalam ujian substansi akan diundang untuk tahapan wawancara di masing-masing BAN-S/M Provinsi,” tambah Toni.

BAN-S/M telah menjalani arah baru pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah tahun 2021 dengan melakukan pergeseran paradigma penilaian akreditasi dari penilaian administrasi (compliance) menuju penilaian kinerja (performance) melalui perangkat Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020. Penilaian ini menitikberatkan pada mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, dan manajemen sekolah/madrasah. Perubahan ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang menitikberatkan pada substansi mutu pendidikan, melalui Merdeka Belajar bagi siswa.

Arah baru penilaian akreditasi sekolah/madrasah melalui IASP 2020 ini menuntut BAN-S/M memiliki asesor mumpuni dan terstandar. IASP 2020 mengharuskan seorang asesor sekolah/madrasah memiliki kompetensi dan pengetahuan memadai dalam melakukan penilaian terhadap kinerja sekolah/madrasah yang tidak lagi berbasis pemenuhan dokumen/administrasi. Asesor dituntut untuk mampu menggali data dan informasi secara benar, objektif, dan terukur sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari setiap butir instrumen tersebut, serta memiliki keterampilan menggunakan aplikasi Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah (Sispena-S/M-S/M).

Dalam rangka memenuhi kebutuhan asesor sekolah/madrasah yang akan melakukan visitasi akreditasi sekolah/madrasah pada 2021, BAN-S/M melakukan rekrutmen 1.800 calon asesor untuk 26 provinsi. Rinciannya, Aceh 40 asesor, Bali 20 asesor,  Banten 160 asesor, Gorontalo 20 asesor, Jawa Barat 180 asesor baru, Jawa Timur 80 asesor, Kalimantan Barat 100 asesor, Kalimantan Tengah 60 asesor, Kalimantan Timur 20 asesor, Kalimantan Utara 20 asesor, Kepulauan Riau 20 asesor baru, Lampung 60 asesor baru, Maluku 80 asesor, dan Maluku Utara 20 asesor baru. Lalu, Nusa Tenggara Barat (NTB) 80 asesor, Nusa Tenggara Timur (NTT) 220 asesor, Papua 100 asesor, Papua Barat 20 asesor, Riau 80 asesor, Sulawesi Barat 60 asesor, Sulawesi Selatan 80 asesor, Sulawesi Tengah 40 asesor, Sulawesi Tenggara 100 asesor, Sulawesi Utara 20 asesor, Sumatera Barat 80 asesor, dan Sumatera Utara 40 asesor.

Latar belakang calon asesor yang dipersyaratkan adalah dosen perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS), pengawas sekolah/madrasah, widyaprada, widyaiswara pendidikan, pelatih guru (yang bukan berstatus guru/kepala sekolah/madrasah), pengembang teknologi pembelajaran, dan praktisi pendidikan lainnya. Pendaftaran telah dilaksanakan melalui undangan terbuka pada 1 sampai 14 April dengan jumlah pendaftar sebanyak 20.918 calon asesor. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories