73 Sekolah Di Kota Bogor Siap Uji Coba Pembelajaraan Tatap Muka,

Dinas Pendidikan Kota Bogor di Provinsi Jawa Barat menyiapkan 73 sekolah yang terdiri atas 36 sekolah dasar dan 37 sekolah menengah pertama untuk melaksanakan uji coba penyelenggaraan pembelajaran secara tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan bahwa uji coba pembelajaran tatap muka menurut rencana dilaksanakan di sekolah negeri dan swasta yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor.

“Sekolah tersebut fasilitasnya juga disiapkan untuk memenuhi persyaratan protokol kesehatan, seperti ada tempat cuci tangan, hand sanitizer (cairan pembersih tangan), alat pengukuran temperatur tubuh, serta bangku yang posisinya dijarangkan,” katanya di Balai Kota Bogor, Kamis (29/4).

Menurutnya Dinas Pendidikan Kota Bogor berupaya melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka sebelum Juli 2021. “Saat ini belum bisa dipastikan kapan tanggal pelaksanaannya,” kata Hanafi.

Ia mengatakan bahwa protokol kesehatan akan diterapkan selama uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Menurutnya pengaturan akan dilakukan untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19 pada guru dan peserta didik selama uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Bagaimana siswa berangkat dari rumah sampai ke sekolah serta keluar dari sekolah sampai ke rumah, itu juga akan diatur,” katanya.

Ia menambahkan, uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) akan dilakukan seizin orangtua siswa. “Sekolah tidak dapat memaksa siswa datang ke sekolah pada uji coba pelaksanaan PTM jika tanpa seizin orangtua,” ujar Hanafi.

Hanafi menjelaskan pemerintah kota belum merencanakan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap bagi siswa taman kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menurutnya TK dan PAUD belum direkomendasikan untuk uji coba pelaksanaan PTM untuk mengurangi faktor risiko penularan Covid-19.

“Sedangkan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” ujar Hanafi. [SRI]

]]> Dinas Pendidikan Kota Bogor di Provinsi Jawa Barat menyiapkan 73 sekolah yang terdiri atas 36 sekolah dasar dan 37 sekolah menengah pertama untuk melaksanakan uji coba penyelenggaraan pembelajaran secara tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan bahwa uji coba pembelajaran tatap muka menurut rencana dilaksanakan di sekolah negeri dan swasta yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor.

“Sekolah tersebut fasilitasnya juga disiapkan untuk memenuhi persyaratan protokol kesehatan, seperti ada tempat cuci tangan, hand sanitizer (cairan pembersih tangan), alat pengukuran temperatur tubuh, serta bangku yang posisinya dijarangkan,” katanya di Balai Kota Bogor, Kamis (29/4).

Menurutnya Dinas Pendidikan Kota Bogor berupaya melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka sebelum Juli 2021. “Saat ini belum bisa dipastikan kapan tanggal pelaksanaannya,” kata Hanafi.

Ia mengatakan bahwa protokol kesehatan akan diterapkan selama uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Menurutnya pengaturan akan dilakukan untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19 pada guru dan peserta didik selama uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Bagaimana siswa berangkat dari rumah sampai ke sekolah serta keluar dari sekolah sampai ke rumah, itu juga akan diatur,” katanya.

Ia menambahkan, uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) akan dilakukan seizin orangtua siswa. “Sekolah tidak dapat memaksa siswa datang ke sekolah pada uji coba pelaksanaan PTM jika tanpa seizin orangtua,” ujar Hanafi.

Hanafi menjelaskan pemerintah kota belum merencanakan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap bagi siswa taman kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menurutnya TK dan PAUD belum direkomendasikan untuk uji coba pelaksanaan PTM untuk mengurangi faktor risiko penularan Covid-19.

“Sedangkan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” ujar Hanafi. [SRI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories