3 Polisi Jadi Tersangka Pembunuhan Laskar FPI Kembalikan Marwah Keadilan, Anis Matta Apresiasi Polri .

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengapresiasi Polri, yang telah mengambil langkah penting untuk mengembalikan rasa keadilan publik dalam kasus penembakan di KM 50 Jakarta-Cikampek, Karawamg, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Keputusan Polri menjerat tiga anggotanya yang diduga terlibat kasus penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI), ujarnya, dapat mengobati rasa keadilan publik dan mengirim pesan rekonsiliasi yang kuat.

“Polri sudah mengambil langkah penting untuk mengembalikan rasa keadilan publik. Polri juga menjadi institusi yang memiliki check and balances yang sehat,” ujar Anis Matta dalam keterangannya, Jumat (12/3/2021).

Dia menilai, perkembangan terbaru kasus penembakan KM 50 semakin baik, sejak pertemuan Presiden dengan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI sebelumnya. “Ada hal-hal progres yang mengobati nurani kebenaran dan keadilan masyarakat Indonesia, seiring dengan makin transparan informasi publik,” kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera periode 2013-2015 ini.

Anis berharap, proses hukum kasus KM 50 benar-benar dapat dibuka secara transparan dengan begitu, marwah Indonesia semakin tinggi. Terutama dalam penciptaan rasa keadilan dan persamaan semua warga negara di hadapan hukum, atau the equity before law.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. Transparasi akan menjadi bukti nyata, karena sesungguhnya hukum berlaku untuk semua orang,” tegas Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bidang Ekonomi dan Keuangan periode 2009-2013 ini.

Hal ini menjadi langkah awal Gelombang Ketiga Bangsa Indonesia, yaitu menjadi Bangsa Modern. Partai Gelora berharap, dari akselerasi perasaan keadilan publik yang baik, rekonsiliasi bangsa semakin kuat terwujud.

“Bila pihak aparat hukum telah berani mengoreksi internalnya sendiri yang melakukan tindakan di luar hukum, marwah keadilan di Indonesia semakin akan membaik,” pungkas Anis Matta.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri telah melakukan serangkaian gelar perkara dalam kasus dugaan pembunuhan di luar hukum (unlawful killing) yang dilakukan oleh tiga anggota Polda Metro Jaya terhadap empat orang laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM50 Karawang, Jawa Barat. Hasilnya, perkara tersebut naik ke tahap penyidikan dan tiga polisi itu berstatus tersangka.

“Hasil gelar perkara pun statusnya dinaikkan menjadi penyidikan dengan yang disangkakan terhadap tiga anggota Polri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas Divisi Humas Polri), Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/3/2021). [RSM]

]]> .
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengapresiasi Polri, yang telah mengambil langkah penting untuk mengembalikan rasa keadilan publik dalam kasus penembakan di KM 50 Jakarta-Cikampek, Karawamg, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Keputusan Polri menjerat tiga anggotanya yang diduga terlibat kasus penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI), ujarnya, dapat mengobati rasa keadilan publik dan mengirim pesan rekonsiliasi yang kuat.

“Polri sudah mengambil langkah penting untuk mengembalikan rasa keadilan publik. Polri juga menjadi institusi yang memiliki check and balances yang sehat,” ujar Anis Matta dalam keterangannya, Jumat (12/3/2021).

Dia menilai, perkembangan terbaru kasus penembakan KM 50 semakin baik, sejak pertemuan Presiden dengan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI sebelumnya. “Ada hal-hal progres yang mengobati nurani kebenaran dan keadilan masyarakat Indonesia, seiring dengan makin transparan informasi publik,” kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera periode 2013-2015 ini.

Anis berharap, proses hukum kasus KM 50 benar-benar dapat dibuka secara transparan dengan begitu, marwah Indonesia semakin tinggi. Terutama dalam penciptaan rasa keadilan dan persamaan semua warga negara di hadapan hukum, atau the equity before law.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. Transparasi akan menjadi bukti nyata, karena sesungguhnya hukum berlaku untuk semua orang,” tegas Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bidang Ekonomi dan Keuangan periode 2009-2013 ini.

Hal ini menjadi langkah awal Gelombang Ketiga Bangsa Indonesia, yaitu menjadi Bangsa Modern. Partai Gelora berharap, dari akselerasi perasaan keadilan publik yang baik, rekonsiliasi bangsa semakin kuat terwujud.

“Bila pihak aparat hukum telah berani mengoreksi internalnya sendiri yang melakukan tindakan di luar hukum, marwah keadilan di Indonesia semakin akan membaik,” pungkas Anis Matta.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri telah melakukan serangkaian gelar perkara dalam kasus dugaan pembunuhan di luar hukum (unlawful killing) yang dilakukan oleh tiga anggota Polda Metro Jaya terhadap empat orang laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM50 Karawang, Jawa Barat. Hasilnya, perkara tersebut naik ke tahap penyidikan dan tiga polisi itu berstatus tersangka.

“Hasil gelar perkara pun statusnya dinaikkan menjadi penyidikan dengan yang disangkakan terhadap tiga anggota Polri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas Divisi Humas Polri), Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/3/2021). [RSM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories