3 Hari Ini Hujan Deras Disertai Petir BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir Di Jakarta .

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan pernyataan peringatan cuaca ekstrem untuk tiga hari ke depan, yakni 9 Maret hingga 11 Maret mendatang. Adapun peringatan terkait cuaca tersebut berupa potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Peringatan dini cuaca 3 hari ke depan. Durasi 9 Maret 2021 sampai dengan 11 Maret 2021. Peringatan dini: Berpotensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah DKI Jakarta pada tanggal 9 dan 10 Maret 2021,” tulis akun Twitter resmi @BPBDJakarta, Selasa (9/3/2021).

Adapun penyebab dari cuaca yang cukup ekstrem ini lantaran sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Pasifik Utara Papua Barat, yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Kalimantan Utara hingga Sulawesi Selatan dan Maluku. Sirkulasi siklonik lainnya terpantau di perairan Selatan Jawa Barat dan di Laut Timor bagian Selatan.

Kondisi ini mampu menyebabkan peningkatan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. “Imbauan kepada OPD terkait, para Camat dan Lurah daerah rawan banjir atau longsor agar antisipasi dengan siagakan PPSU dan Satgas Banjir/PKLG DSDA kecamatan. Hubungi 112 apabila membutuhkan bantuan.” [EFI]

 

]]> .
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan pernyataan peringatan cuaca ekstrem untuk tiga hari ke depan, yakni 9 Maret hingga 11 Maret mendatang. Adapun peringatan terkait cuaca tersebut berupa potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Peringatan dini cuaca 3 hari ke depan. Durasi 9 Maret 2021 sampai dengan 11 Maret 2021. Peringatan dini: Berpotensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah DKI Jakarta pada tanggal 9 dan 10 Maret 2021,” tulis akun Twitter resmi @BPBDJakarta, Selasa (9/3/2021).

Adapun penyebab dari cuaca yang cukup ekstrem ini lantaran sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Pasifik Utara Papua Barat, yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Kalimantan Utara hingga Sulawesi Selatan dan Maluku. Sirkulasi siklonik lainnya terpantau di perairan Selatan Jawa Barat dan di Laut Timor bagian Selatan.

Kondisi ini mampu menyebabkan peningkatan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. “Imbauan kepada OPD terkait, para Camat dan Lurah daerah rawan banjir atau longsor agar antisipasi dengan siagakan PPSU dan Satgas Banjir/PKLG DSDA kecamatan. Hubungi 112 apabila membutuhkan bantuan.” [EFI]

 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories