2 Kali Selamatkan Sepak Bola RI Erick: Ini Sejarah, Jarang Sekali Presiden FIFA Dan Presiden Negara Duduk Bareng Mikirin Sepak Bola

Sudah dua kali Erick Thohir menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sanksi FIFA.

Tahun 2015, Erick pernah mendapat amanah dari Presiden Jokowi, untuk melobi FIFA. Agar sanksi akibat kisruh antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan PSSI dicabut.

Yang terkini, Menteri BUMN itu juga punya andil besar, sesuai arahan Jokowi, untuk berbicara dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, agar tragedi Kanjuruhan di Malang, tidak berdampak hukuman.

“Saya ditugaskan dan harus dihadapi, diatasi dan harus disyukuri. Walaupun kali ini lebih berat, ya harus saya hadapi dan atasi. Ketika diberi penugasan, saya akan selalu berbuat yang lebih baik. Alhamdulillah, hasilnya terbaik,” ucap Erick di Jakarta, Sabtu (8/10).

Mantan Presiden Inter Milan ini menyebut, upaya menyelamatkan sepak bola Indonesia dari ancaman sanksi FIFA, pasca tragedi Kanjuruhan, tak lepas dari kecintaan Presiden Jokowi, yang menginginkan Indonesia memiliki roadmap sepak bola di masa depan. Agar bisa berbicara di tingkat dunia.

“FIFA juga punya keinginan serupa, karena melihat besarnya potensi dan market di Indonesia. Oleh sebab itu, saya tidak mau bicara terlalu jauh kecuali. Yang pasti, saya akan melaksanakan tugas ini sebaik mungkin,” tutur Erick.

Karena itu, dia berharap, niat baik FIFA membantu pemerintah Indonesia dengan membentuk tim transformasi untuk melakukan koreksi besar-besaran terhadap manajemen sepak bola Indonesia, harus direspon positif.

“Ketika FIFA ingin membentuk kantor di Indonesia, saya rasa ini nggak main-main. Pasti, mereka punya tujuan baik, ingin mendukung sepak bola Indonesia. Makanya, semua stakeholder harus ikut. Saya yakin, FIFA akan memakai program-program yang ketat dan cukup keras untuk diterapkan,” papar Erick.

Di balik peristiwa yang sangat memilukan bangsa, tragedi Kanjuruhan yang merenggut 131 nyawa, memberikan banyak pelajaran dan hikmah tersendiri.

“Ini sejarah. Jarang sekali, ada pembahasan dan pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden FIFA dan Presiden sebuah negara, untuk mengatasi masalah sepak bola secara bersama,” pungkas Erick. ■

]]> Sudah dua kali Erick Thohir menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sanksi FIFA.

Tahun 2015, Erick pernah mendapat amanah dari Presiden Jokowi, untuk melobi FIFA. Agar sanksi akibat kisruh antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan PSSI dicabut.

Yang terkini, Menteri BUMN itu juga punya andil besar, sesuai arahan Jokowi, untuk berbicara dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, agar tragedi Kanjuruhan di Malang, tidak berdampak hukuman.

“Saya ditugaskan dan harus dihadapi, diatasi dan harus disyukuri. Walaupun kali ini lebih berat, ya harus saya hadapi dan atasi. Ketika diberi penugasan, saya akan selalu berbuat yang lebih baik. Alhamdulillah, hasilnya terbaik,” ucap Erick di Jakarta, Sabtu (8/10).

Mantan Presiden Inter Milan ini menyebut, upaya menyelamatkan sepak bola Indonesia dari ancaman sanksi FIFA, pasca tragedi Kanjuruhan, tak lepas dari kecintaan Presiden Jokowi, yang menginginkan Indonesia memiliki roadmap sepak bola di masa depan. Agar bisa berbicara di tingkat dunia.

“FIFA juga punya keinginan serupa, karena melihat besarnya potensi dan market di Indonesia. Oleh sebab itu, saya tidak mau bicara terlalu jauh kecuali. Yang pasti, saya akan melaksanakan tugas ini sebaik mungkin,” tutur Erick.

Karena itu, dia berharap, niat baik FIFA membantu pemerintah Indonesia dengan membentuk tim transformasi untuk melakukan koreksi besar-besaran terhadap manajemen sepak bola Indonesia, harus direspon positif.

“Ketika FIFA ingin membentuk kantor di Indonesia, saya rasa ini nggak main-main. Pasti, mereka punya tujuan baik, ingin mendukung sepak bola Indonesia. Makanya, semua stakeholder harus ikut. Saya yakin, FIFA akan memakai program-program yang ketat dan cukup keras untuk diterapkan,” papar Erick.

Di balik peristiwa yang sangat memilukan bangsa, tragedi Kanjuruhan yang merenggut 131 nyawa, memberikan banyak pelajaran dan hikmah tersendiri.

“Ini sejarah. Jarang sekali, ada pembahasan dan pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden FIFA dan Presiden sebuah negara, untuk mengatasi masalah sepak bola secara bersama,” pungkas Erick. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories