182 TKI Ilegal Di Malaysia Pulang Ke Surabaya

Sebanyak 182 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal pulang ke Surabaya, Jawa Timur, menggunakan pesawat terbang carter Malindo OD355 dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Sabtu (272/2021), pukul 14.00 waktu setempat.

Menurut salah satu Tim Khusus Pemulangan Program Rekalibrasi Aliansi Ormas Indonesia (AOMI) Malaysia, Umar Faruk di Kuala Lumpur, di antara jumlah penumpang tersebut, ada empat bayi. “Mereka berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur,” ujarnya, Sabtu (27/2/2021).

Para pekerja tersebut merupakan peserta Program Rekalibrasi Pulang Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) yang proses pemulangannya diurus AOMI dengan difasilitasi oleh KBRI Kuala Lumpur.

Para pekerja datang ke KLIA didampingi oleh masing-masing ormas anggota AOMI, yang mengurus pemulangan mereka dari awal mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KBRI Kuala Lumpur, hingga mengurus “check out memo” di Departemen Imigrasi Malaysia.

Ormas tersebut di antaranya dari IKMA, APMI, KNPI, KAHMI, IMABA, Kosgoro 57, IKIM, HIMAKA, IWJ, PBM, IMABA, PERSABA, Muslim KL, SBMI dan PERSABA.

“Pemulangan kali ini merupakan yang ketiga kalinya setelah pemulangan tahap pertama ke Surabaya, menggunakan pesawat carter Citilink dan pemulangan ke Medan menggunakan pesawat carter Malindo Air,” katanya.

Umar mengatakan, proses pemulangan kali ini relatif lancar. Meski ada satu yang batal, karena hasil tes-nya positif Covid-19. “Ada yang terlambat check in karena tidak membaca update informasi, bahwa penerbangan yang dijadwalkan pukul 16.00 sore, dimajukan menjadi pukul 14.00 siang. Tapi Alhamdulillah semua bisa dikondisikan,” katanya.

Pemulangan tahap berikutnya ke Surabaya, lanjut Umar, akan dilaksanakan pada Sabtu, 6 Maret, juga menggunakan pesawat carter.

Pengurus AOMI yang juga Sekrestaris Majelis Perwakilan KAHMI Malaysia, Yuri Buchari mengatakan, dari organisasinya ada 11 orang pekerja yang mengikuti pemulangan ke Surabaya.

Ikut menyertai pemulangan para pekerja tersebut Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Hermono, Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Agung Cahaya Sumirat dan Koordinator Fungsi Konsuler, Rijal Al Huda. [RSM]

]]> Sebanyak 182 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal pulang ke Surabaya, Jawa Timur, menggunakan pesawat terbang carter Malindo OD355 dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Sabtu (272/2021), pukul 14.00 waktu setempat.

Menurut salah satu Tim Khusus Pemulangan Program Rekalibrasi Aliansi Ormas Indonesia (AOMI) Malaysia, Umar Faruk di Kuala Lumpur, di antara jumlah penumpang tersebut, ada empat bayi. “Mereka berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur,” ujarnya, Sabtu (27/2/2021).

Para pekerja tersebut merupakan peserta Program Rekalibrasi Pulang Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) yang proses pemulangannya diurus AOMI dengan difasilitasi oleh KBRI Kuala Lumpur.

Para pekerja datang ke KLIA didampingi oleh masing-masing ormas anggota AOMI, yang mengurus pemulangan mereka dari awal mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KBRI Kuala Lumpur, hingga mengurus “check out memo” di Departemen Imigrasi Malaysia.

Ormas tersebut di antaranya dari IKMA, APMI, KNPI, KAHMI, IMABA, Kosgoro 57, IKIM, HIMAKA, IWJ, PBM, IMABA, PERSABA, Muslim KL, SBMI dan PERSABA.

“Pemulangan kali ini merupakan yang ketiga kalinya setelah pemulangan tahap pertama ke Surabaya, menggunakan pesawat carter Citilink dan pemulangan ke Medan menggunakan pesawat carter Malindo Air,” katanya.

Umar mengatakan, proses pemulangan kali ini relatif lancar. Meski ada satu yang batal, karena hasil tes-nya positif Covid-19. “Ada yang terlambat check in karena tidak membaca update informasi, bahwa penerbangan yang dijadwalkan pukul 16.00 sore, dimajukan menjadi pukul 14.00 siang. Tapi Alhamdulillah semua bisa dikondisikan,” katanya.

Pemulangan tahap berikutnya ke Surabaya, lanjut Umar, akan dilaksanakan pada Sabtu, 6 Maret, juga menggunakan pesawat carter.

Pengurus AOMI yang juga Sekrestaris Majelis Perwakilan KAHMI Malaysia, Yuri Buchari mengatakan, dari organisasinya ada 11 orang pekerja yang mengikuti pemulangan ke Surabaya.

Ikut menyertai pemulangan para pekerja tersebut Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Hermono, Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Agung Cahaya Sumirat dan Koordinator Fungsi Konsuler, Rijal Al Huda. [RSM]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories