100 Koperasi Besar Indonesia Capai Aset Rp 66,6 Triliun .

Tercatat sejumlah koperasi besar di Tanah Air membukukan aset dan volume usaha lebih dari Rp 100 miliar hingga mencapai Rp 10 triliun.

Catatan dari Buku 100 Koperasi Besar Indonesia (KBI) versi 2021 disebutkan, secara total, dari 100 koperasi, akumulasi aset sebesar Rp 66,6 triliun dengan volume usaha Rp 59,7 triliun dan anggota 5.490.660 orang.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, capaian koperasi Indonesia yang besar dan mengakar, dapat menjadi Role Model bagi pengembangan koperasi ke depannya. “Bukan hanya besar dari sisi perolehan omzet, namun juga mengakar pada kekuatan anggotanya yang menjadi ciri khas koperasi,” katanya dalam peluncuran Buku 100 Koperasi Besar Indonesia versi 2021, Selasa (23/2).

Selain itu, lanjut Teten, untuk meningkatkan awareness dan kepedulian pengambil kebijakan dan masyarakat terhadap koperasi, diperlukan prototype yang dapat mengangkat citra koperasi. Sehingga, publikasi yang baik perlu terus menerus dilakukan melalui berbagai media.

“Saya berharap Buku 100 Koperasi Besar Indonesia versi 2021 ini dapat disebarluaskan kepada para pemangku kepentingan, khususnya kepada seluruh gerakan koperasi dalam format yang mudah diakses,” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, penulis buku 100 KBI Irsyad Muchtar mengatakan, penilaian 100 koperasi besar mengacu pada laporan tahun buku 2019. Selain itu, nilai tambah lainnya adalah aspek manajemen, penguasaan teknologi informasi terkini dan peduli lingkungan.

“Dari 100 koperasi besar yang sudah kami himpun tercatat akumulasi aset sebesar Rp 66,6 triliun dengan volume usaha Rp 59,7 triliun dan anggota 5.490.660 orang,” kata Irsyad.

Irsyad menjelaskan , buku setebal 250 halaman itu tidak hanya memuat 100 koperasi besar, tetapi juga memuat 200 koperasi besar lainnya dengan kategori progresif dan potensial.

“Kami telah himpun sedikitnya 500-an koperasi beraset mulai dari Rp 10 miliar hingga triliunan rupiah. Lalu, kami pilih 300 koperasi saja yang masuk kriteria koperasi besar dengan pengelompokan pada tiga kategori yaitu 100 Besar, 100 Progresif dan 100 Potensial,” rincinya.

Aktif melakukan komunikasi dengan pengurus koperasi, menerima kiriman buku RAT, hingga penggalian data di Kementerian Koperasi dan UKM. Hasilnya, Irsyad mengaku bisa menghimpun sekitar 500-an koperasi yang terbilang layak bisnis.

Dari total 300 koperasi besar yang termuat di buku ini mencatat akumulasi aset sebesar Rp 85,102 triliun dengan volume usaha Rp 75,895 triliun dan melayani anggota sebanyak 7.569.339.

Jumlah aset tersebut, lanjut Irsyad, berkontribusi 55,9 persen terhadap total aset koperasi nasional, pada periode yang sama, sebesar Rp 152,113 triliun, volume usaha Rp 154,178 triliun dan dengan total anggota 22.463.738 orang. Sedangkan kontribusi berdasar volume usaha sebesar 49,2 persen dan 33,7 persen untuk total anggota.

Dalam buku yang terbit untuk keempat kalinya sejak 2012 ini, masih terlihat dominasi sejumlah koperasi unggulan lama, seperti Kospin Jasa Pekalongan, Jawa Tengah, Koperasi Kredit Lantang Tipo, Sanggau Kalimantan Barat, KSPPS UGT Sidogiri Pasuruan, ataupun Koperasi Telekomunikasi Selular Jakarta. [DWI]

]]> .
Tercatat sejumlah koperasi besar di Tanah Air membukukan aset dan volume usaha lebih dari Rp 100 miliar hingga mencapai Rp 10 triliun.

Catatan dari Buku 100 Koperasi Besar Indonesia (KBI) versi 2021 disebutkan, secara total, dari 100 koperasi, akumulasi aset sebesar Rp 66,6 triliun dengan volume usaha Rp 59,7 triliun dan anggota 5.490.660 orang.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, capaian koperasi Indonesia yang besar dan mengakar, dapat menjadi Role Model bagi pengembangan koperasi ke depannya. “Bukan hanya besar dari sisi perolehan omzet, namun juga mengakar pada kekuatan anggotanya yang menjadi ciri khas koperasi,” katanya dalam peluncuran Buku 100 Koperasi Besar Indonesia versi 2021, Selasa (23/2).

Selain itu, lanjut Teten, untuk meningkatkan awareness dan kepedulian pengambil kebijakan dan masyarakat terhadap koperasi, diperlukan prototype yang dapat mengangkat citra koperasi. Sehingga, publikasi yang baik perlu terus menerus dilakukan melalui berbagai media.

“Saya berharap Buku 100 Koperasi Besar Indonesia versi 2021 ini dapat disebarluaskan kepada para pemangku kepentingan, khususnya kepada seluruh gerakan koperasi dalam format yang mudah diakses,” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, penulis buku 100 KBI Irsyad Muchtar mengatakan, penilaian 100 koperasi besar mengacu pada laporan tahun buku 2019. Selain itu, nilai tambah lainnya adalah aspek manajemen, penguasaan teknologi informasi terkini dan peduli lingkungan.

“Dari 100 koperasi besar yang sudah kami himpun tercatat akumulasi aset sebesar Rp 66,6 triliun dengan volume usaha Rp 59,7 triliun dan anggota 5.490.660 orang,” kata Irsyad.

Irsyad menjelaskan , buku setebal 250 halaman itu tidak hanya memuat 100 koperasi besar, tetapi juga memuat 200 koperasi besar lainnya dengan kategori progresif dan potensial.

“Kami telah himpun sedikitnya 500-an koperasi beraset mulai dari Rp 10 miliar hingga triliunan rupiah. Lalu, kami pilih 300 koperasi saja yang masuk kriteria koperasi besar dengan pengelompokan pada tiga kategori yaitu 100 Besar, 100 Progresif dan 100 Potensial,” rincinya.

Aktif melakukan komunikasi dengan pengurus koperasi, menerima kiriman buku RAT, hingga penggalian data di Kementerian Koperasi dan UKM. Hasilnya, Irsyad mengaku bisa menghimpun sekitar 500-an koperasi yang terbilang layak bisnis.

Dari total 300 koperasi besar yang termuat di buku ini mencatat akumulasi aset sebesar Rp 85,102 triliun dengan volume usaha Rp 75,895 triliun dan melayani anggota sebanyak 7.569.339.

Jumlah aset tersebut, lanjut Irsyad, berkontribusi 55,9 persen terhadap total aset koperasi nasional, pada periode yang sama, sebesar Rp 152,113 triliun, volume usaha Rp 154,178 triliun dan dengan total anggota 22.463.738 orang. Sedangkan kontribusi berdasar volume usaha sebesar 49,2 persen dan 33,7 persen untuk total anggota.

Dalam buku yang terbit untuk keempat kalinya sejak 2012 ini, masih terlihat dominasi sejumlah koperasi unggulan lama, seperti Kospin Jasa Pekalongan, Jawa Tengah, Koperasi Kredit Lantang Tipo, Sanggau Kalimantan Barat, KSPPS UGT Sidogiri Pasuruan, ataupun Koperasi Telekomunikasi Selular Jakarta. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories